Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Budhi Toffi, mengatakan bahwa Kopi Letvuan memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.
“Kopi Letvuan bukan sekadar produk pertanian, tetapi memiliki nilai budaya, cerita lokal, dan potensi wisata yang kuat. Ini sejalan dengan upaya kami mendorong pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujar Budhi Toffi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung proses budidaya, pengolahan, hingga pengemasan Kopi Letvuan.
Bank Indonesia turut memberikan perhatian pada aspek peningkatan kualitas produk, penguatan branding, serta perluasan akses pasar agar Kopi Letvuan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa dukungan terhadap Kopi Letvuan merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan UMKM unggulan daerah yang berkelanjutan.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat lokal.
Melalui kolaborasi Disparbud Maluku Tenggara dan Bank Indonesia ini, Kopi Letvuan diharapkan dapat menjadi ikon ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata berbasis kopi yang memperkaya pengalaman wisatawan di Maluku Tenggara.
0 Komentar