Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dari Jakarta, Bupati Maluku Tenggara Gaungkan Ekonomi Biru untuk Daerah Kepulauan

Dari Jakarta, Bupati Maluku Tenggara Gaungkan Ekonomi Biru untuk Daerah Kepulauan


Jakarta, liputan21.com – Potensi ekonomi biru Indonesia yang sangat besar hingga kini dinilai belum sepenuhnya tergali dan dimanfaatkan secara optimal, khususnya di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan perbatasan. 

Kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di daerah masih menjadi tantangan utama dalam mendorong ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Merespons tantangan tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Beyond Borders Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Dialog Strategis Nasional 2026 bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah”.

Kegiatan ini berlangsung di Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman No. 84, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dialog ini menghadirkan para pakar lintas bidang, mulai dari kebijakan publik, teknologi perikanan, komunikasi, hingga geopolitik, guna membahas bagaimana ekonomi biru dapat menjadi motor pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan perbatasan Indonesia.

Forum tersebut diikuti oleh akademisi dan mahasiswa Pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sahid Jakarta dan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, serta jurnalis dan anggota JMSI.

Sejumlah narasumber hadir sebagai pemantik diskusi, antara lain Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, Prof. Dr. Martani Huseini (Guru Besar FIA Universitas Indonesia dan mantan Dirjen KKP), Prof. Dr. Maman Hermawan (Guru Besar Politeknik AUP Jakarta), serta Dr. Teguh Santosa, pakar hubungan internasional dan geopolitik sekaligus Ketua Umum JMSI Pusat.

Ketua Umum JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa menegaskan, dialog ini diposisikan sebagai ruang pertemuan antara perspektif daerah dan arah pembangunan nasional. Menurutnya, masa depan Indonesia harus dibangun dari suara daerah, terutama wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan kawasan perbatasan.

“JMSI memandang media daerah bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai aktor strategis yang mampu merangkai realitas lokal menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional,” ujar Teguh Santosa.

Ia menambahkan, JMSI berperan sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan realitas daerah melalui penguatan narasi media daerah, distribusi konten lintas provinsi, serta penjagaan etika dan profesionalisme pers.

Maluku Tenggara: Pariwisata Bahari dan Identitas Sosial

Dalam paparannya, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara memiliki posisi strategis sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Indonesia bagian timur.

Wilayah yang dikenal sebagai kawasan “seribu pulau” ini menawarkan kejernihan laut, pantai berpasir putih, serta gugusan pulau alami yang kian menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun sebelum wisatawan menikmati keindahan Pantai Ngurbloat (Pasir Panjang) atau pasir timbul Ngurtavur, terdapat satu titik awal perjalanan menuju Kepulauan Kei, yakni Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara.

“Selain keindahan alam, Langgur memiliki kekuatan sosial budaya yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau kita semua bersaudara. 

Nilai ini hidup dalam keseharian masyarakat, mulai dari pasar tradisional, bandara, hingga sikap terbuka dalam menyambut pendatang,” ujar Bupati.

Menurutnya, keramahan masyarakat Kei bukan sekadar atraksi wisata, melainkan identitas dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Seluruh akses menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Bandara ini menjadi simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik di Maluku Tenggara, sekaligus pintu pertama wisatawan menikmati bentang Laut Kei.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan, Langgur bukan sekadar kota persinggahan, tetapi menawarkan pengalaman wisata tersendiri.

“Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan atau menikmati panorama pesisir dengan laut biru jernih sebagai pengantar keindahan Maluku Tenggara,” jelasnya.

Data Pemkab Maluku Tenggara menunjukkan tren kunjungan wisatawan terus meningkat sepanjang 2025, dengan puncak kunjungan terjadi pada periode Juli–Oktober. Destinasi favorit meliputi Air Terjun Soindrat, Bukit Indah Bombay, Pantai Ngursarnadan, dan Pantai Ngurtavur.

Menutup paparannya, Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan “Ini Langgur, Awal dari #KEIndahanIndonesia dan #VisitKei” sebagai upaya memperkuat branding pariwisata dan mendorong ekonomi biru berbasis lokal yang berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar