Jakarta, liputan21.com – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, hari ini menghadiri dan menjadi pembicara dalam Dialog Strategis Nasional 2026 bersama para Profesor dan Guru Besar, serta mahasiswa Pascasarjana (S2 dan S3) dari Universitas Sahid (USAHID) dan Universitas Indonesia (UI).
Dialog strategis ini menjadi ruang akademik dan kebijakan untuk membahas berbagai isu strategis nasional dan daerah, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan penguatan peran daerah dalam mendukung kebijakan nasional.
Dalam forum tersebut, Bupati Muhamad Thaher Hanubun memaparkan sejumlah isu strategis serta potensi unggulan Kabupaten Maluku Tenggara, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pariwisata bahari, hingga pengembangan ekonomi biru berbasis wilayah kepulauan.
“Maluku Tenggara memiliki kekayaan sumber daya alam laut yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dikelola secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebijakan nasional, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan generasi muda akademisi dalam merumuskan kebijakan yang berbasis data, riset, dan kearifan lokal.
“Mahasiswa pascasarjana memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Gagasan dan hasil riset akademik sangat dibutuhkan untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan guru besar yang membahas berbagai perspektif, mulai dari kebijakan ekonomi biru, geopolitik maritim, hingga inovasi pembangunan daerah.
Dialog Strategis Nasional 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.


0 Komentar