Langgur, Maluku Tenggara, Liputan 21.com – Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Raudhah Langgur dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, Selasa malam (9/9/2025). Dengan mengusung tema “Merawat Persatuan, Menciptakan Kerukunan, Menjaga Kedamaian Menuju Maluku Tenggara Sejahtera”, acara ini berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, Kapolres Malra, Dandim, pimpinan OPD, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran jajaran pemerintah bersama masyarakat menegaskan pentingnya perayaan Maulid sebagai sarana mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan syiar Islam di Bumi Larvul Ngabal.
Kemenag Malra: Maulid Momentum Meneladani Rasulullah
Kepala Kementerian Agama Maluku Tenggara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Maulid Nabi di Masjid Agung Raudhah. Ia menegaskan, peringatan Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW.
> “Peringatan ini untuk mengingat perjuangan Nabi dan meneladani akhlaknya. Jangan hanya membaca sejarah, tetapi jadikan sirah nabawiyah hadir di rumah kita, di kehidupan kita,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Malra, yang selalu hadir dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan di tengah kesibukan pemerintahan.
Tausiyah Ustad Zulkarnain: Islam Tumbuh dengan Akhlak, Bukan Kekerasan
Puncak acara diisi tausiyah oleh Ustad Muhammad Zulkarnain yang menekankan rahasia keberhasilan dakwah Rasulullah SAW. Menurutnya, berbeda dengan agama lain yang berkembang berkat dukungan penguasa, Islam justru lahir dari ketabahan seorang anak yatim yang hidup penuh kesulitan sejak kecil.
> “Nabi Muhammad membangun Islam bukan dengan pedang, bukan dengan kekuasaan, melainkan dengan akhlakul karimah. Kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan beliau menjadi kunci dakwah,” ungkapnya.
Ustad Zulkarnain mengisahkan bagaimana Rasulullah tetap tersenyum meski diludahi, bahkan menjenguk orang yang menyakitinya hingga akhirnya orang itu masuk Islam. “Senyum Nabi adalah sedekah. Inilah wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan toleransi sejak awal. Bahkan saat menaklukkan kembali Kota Makkah, Rasulullah tidak membalas dendam kepada kaum Quraisy yang dulu memusuhinya, melainkan memaafkan mereka.
Bupati Thaher: Maulid Jadi Spirit Persatuan
Dalam kesempatan itu, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa Maulid Nabi harus menjadi spirit untuk memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.
> “Tema Maulid kali ini sangat relevan: merawat persatuan, menciptakan kerukunan, menjaga kedamaian. Inilah modal kita menuju Maluku Tenggara yang sejahtera,” ujarnya.
Meriah dan Penuh Makna
Acara Maulid di Masjid Agung Raudhah Langgur berlangsung meriah dengan lantunan shalawat, doa, dan tausiyah. Ribuan jamaah larut dalam suasana religius, menjadikan peringatan ini bukan hanya ajang perayaan, tetapi juga momentum kebangkitan iman dan ukhuwah umat Islam di Maluku Tenggara.

0 Komentar