Langgur, Liputan 21.com — Suasana penuh kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-90 Gereja Protestan Maluku (GPM) di Ohoi Matwaer, Kecamatan Kei Kecil Barat, Sabtu (6/9/2025).
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, hadir langsung dalam ibadah syukur tersebut, didampingi Danyon Brimob Kompi C Tual, KOMPOL Rudi W. Muskitta S.Sos., SH., MH.
Dalam momentum itu, Bupati menyerahkan 150 karung beras sebagai wujud kasih kepada masyarakat, sekaligus membagikan Alkitab untuk jemaat setempat.
Acara penuh sukacita ini juga dihadiri Forkopimda Maluku Tenggara, Forkopimca, perangkat ohoi, hingga tokoh masyarakat.
Pesan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Bupati Thaher mengingatkan masyarakat untuk menanggalkan perbedaan yang bisa memicu perpecahan.
> “Kalau masih ada perpecahan, kampung ini tidak akan maju. Kita harus tinggalkan perbedaan itu, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa bangkit,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemuda, termasuk figur muda Matwaer, Chaky Rahayaan, yang dinilainya konsisten mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dorongan Bangun Kampung
Bupati mengajak warga untuk memulai pembangunan kampung dari hal-hal kecil: membenahi rumah, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memperbaiki fasilitas umum.
> “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha. Jadi mari kita berusaha bersama, ikhlas, dan saling mendukung,” ujar Thaher.
Makna HUT GPM
Menurutnya, peringatan HUT GPM ke-90 bukan hanya pesta gerejawi, melainkan juga momen memperkuat iman, persaudaraan, dan solidaritas sosial.
> “Yang kita lakukan hari ini adalah wujud kasih. Bukan hanya untuk umat GPM, tapi juga untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara,” pungkas Bupati.
📌 Dengan kehadiran Bupati bersama jajaran Forkopimda serta dukungan penuh aparat Brimob, peringatan HUT GPM ke-90 di Ohoi Matwaer menjadi penegas bahwa kebersamaan adalah kunci membangun Maluku Tenggara yang lebih baik.

0 Komentar