Kepala Ohoi Sathean, Yopi Renyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ohoi Sathean memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Batu Kapal sendiri menjadi ikon desa, berasal dari kisah kapal karam yang kini menjadi daya tarik wisata. “Lomba perahu naga adalah bagian dari paket desa wisata olahraga. Tujuannya mendorong generasi muda mengenal dan menekuni olahraga prestasi, khususnya di bidang dayung, sejak SMP dan SMA,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang pembinaan atlet berprestasi hingga ke tingkat provinsi dan nasional, sekaligus membuka peluang jalur prestasi bagi anak-anak daerah ketika melanjutkan pendidikan atau karier. “Dengan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak, tahun depan kita ingin lomba ini lebih besar dan lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ida Suryani Warayaan melaporkan bahwa festival ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Ohoi Sathean tanggal 3 Juni 2025, dengan tujuan mencari bibit atlet dayung yang handal dan memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat.
Lomba berlangsung pada 15–18 Agustus 2025, diikuti 16 tim yang terdiri dari 9 tim tingkat SMA dan 7 tim tingkat SMP. Pendanaan berasal dari penggalangan dana panitia melalui proposal, pasar amal, serta dukungan pemerintah daerah, DPRD, perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, dan para donatur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan semakin meningkatkan prestasi olahraga dayung di Maluku Tenggara,” tutupnya.
0 Komentar