Kegiatan ini diawali dengan pembagian buku dan alat tulis kepada siswa sekolah dasar dari tiga golongan berbeda: SD Kristen, SD Muslim, dan SD Katolik. Masing-masing sekolah mengutus 10 siswa sebagai perwakilan penerima bantuan. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan sejak dini.
> “Dalam semangat kemerdekaan, rasa nasionalisme harus diperkuat sebagai fondasi generasi anak Evav,” ujar Thaher Hanubun.
Tak hanya menyentuh dunia pendidikan, bantuan juga diberikan kepada masyarakat dari kalangan duda, janda, dan anak yatim piatu yang berasal dari tiga ohoi: Kolser (Katolik), Dunwahan (Islam), dan Ohoidertawun (Protestan). Bupati menegaskan, penyaluran ini dilakukan secara adil dan merata tanpa memandang latar belakang agama maupun status sosial.
> “Ini sebagai jawaban dari slogan kita: Setara, Sejahterakan Negeri,” tegasnya.
Sebagai wujud kedekatan dengan rakyat, Bupati Malra melakukan roadshow ke tiga kampung perwakilan untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya hadir di balik meja kerja, tetapi juga turun langsung melihat dan mendengar kebutuhan warganya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan kebersamaan di Landmark Monumen Larvul Ngabal. Anak-anak duduk rapi di tangga monumen, menikmati pertunjukan musik kolaborasi dari para seniman lokal. Lagu-lagu bernuansa budaya dan nasionalisme mengalun merdu, menggambarkan harmoni dan persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan “Sentuhan dan Berbagi Kasih” ini menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya dirayakan secara seremonial, melainkan melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan mempererat ikatan sosial di Bumi Larvul Ngabal.
0 Komentar