Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dari Mimbar Gereja Anugerah, Bupati Thaher Gaungkan Ain Ni Ain: Jaga Persaudaraan, Rawat Kedamaian!

Maluku Tenggara, Lioutan21.com – Peresmian Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer bukan sekadar penanda berdirinya sebuah rumah ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, merawat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pesan kuat tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, dalam sambutannya pada peresmian Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Bupati menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh jemaat, panitia pembangunan, para pelayan gereja, serta semua pihak yang telah berkontribusi mewujudkan pembangunan rumah ibadah tersebut.

Menurutnya, berdirinya gereja itu merupakan buah dari doa, pengorbanan, tenaga, dan ketulusan banyak orang. Ada yang memberi dari kelimpahan, ada pula yang memberi di tengah keterbatasan. Namun, seluruh kontribusi itu memiliki nilai yang sama karena dipersatukan oleh iman dan harapan.

Bupati menegaskan, nama Anugerah mengandung pesan mendalam bahwa kehidupan merupakan pemberian Tuhan yang patut disyukuri dan digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Karena itu, ia berharap Gereja Anugerah tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan keluarga, dan pertumbuhan generasi muda.

"Keindahan gereja ini akan semakin bermakna ketika kasih yang diajarkan di dalamnya terasa dalam kehidupan di luar pintunya," demikian pesan Bupati.

Ia juga mengharapkan gereja menjadi pusat pelayanan nyata bagi masyarakat, mulai dari mengunjungi mereka yang sakit, mendampingi keluarga yang berduka, membantu warga yang berkekurangan, hingga merangkul mereka yang merasa ditinggalkan.

BUPATI THAHER INGATKAN: JANGAN BIARKAN PERBEDAAN MERUSAK PERSAUDARAAN

Di hadapan jemaat dan para undangan, Bupati Thaher turut mengangkat nilai luhur masyarakat Kei, yakni Ain Ni Ain—kita saling memiliki.

Menurutnya, persaudaraan bukan sekadar semboyan atau warisan budaya, melainkan nilai yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti saling menjaga, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan dengan hati yang tenang.

Dari Weduar Fer, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan dan tidak membiarkan perbedaan pilihan memutus hubungan kekeluargaan.

"Jangan biarkan perbedaan pilihan memutus hubungan keluarga. Jangan biarkan kabar yang belum jelas merusak kepercayaan antartetangga," menjadi pesan penting Bupati.
Ia mengingatkan bahwa kedamaian yang diwariskan para leluhur merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Bupati juga menegaskan bahwa kehadirannya sebagai kepala daerah merupakan wujud tanggung jawab untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara, tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Baginya, setiap rumah ibadah yang mampu membentuk manusia menjadi lebih jujur, peduli, dan bertanggung jawab turut memberikan kontribusi penting bagi masa depan daerah.

GEREJA DAN PEMERINTAH HARUS BERJALAN BERSAMA

Lebih jauh, Bupati mengajak gereja dan seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, mandiri, dan berkeadilan.

Ia menekankan pentingnya menjaga anak-anak agar tetap mengenyam pendidikan, membimbing generasi muda menjauhi kekerasan dan minuman keras, serta menumbuhkan budaya kerja dan semangat saling membantu.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, penguatan iman, dan pemeliharaan kehidupan sosial yang harmonis.

Menutup sambutannya, Bupati berharap Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer senantiasa menjadi tempat masyarakat menemukan pengharapan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup.

"Semoga Gereja Anugerah menjadi tempat orang datang membawa pergumulan, lalu pulang membawa pengharapan dan kekuatan untuk berbuat baik," pesannya.

Peresmian Gereja Anugerah Jemaat GPM Weduar Fer pun diharapkan menjadi awal dari pelayanan yang semakin hidup, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Sebab, rumah ibadah yang sesungguhnya bermakna bukan hanya terlihat megah secara fisik, melainkan mampu menghadirkan kasih, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan kedamaian di tengah kehidupan bersama.


Posting Komentar

0 Komentar