Kadis Perikanan Ruslan Ingratubun dalam laporannya mengatakan, Program strategis nasional ini menyasar tujuh ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp37,3 miliar lebih.
Ketujuh lokasi tersebut yakni Ohoi Sare (Danar Sare), Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan; Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil; Ohoi Hoor Kristen, Kecamatan Kei Besar Utara Barat; Ohoi Wetuar, Kecamatan Kei Besar; Ohoi Tamangil Nuhuyanat, Kecamatan Kei Besar Selatan; Ohoi Namar, Kecamatan Manyeuw; serta Ohoi Sether, Kecamatan Kei Besar Selatan.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perikanan, meningkatkan produktivitas nelayan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara menjelaskan bahwa KNMP merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Program tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026 tentang percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Pembangunan KNMP diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha perikanan yang terorganisasi, inklusif, dan terhubung dengan pasar, dengan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak utama kegiatan ekonomi masyarakat nelayan.
Dijelaskan pula, penetapan tujuh lokasi KNMP di Maluku Tenggara melalui proses panjang, mulai dari pengusulan pemerintah ohoi, identifikasi, survei, verifikasi hingga koordinasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Seluruh lokasi yang ditetapkan telah memenuhi persyaratan teknis, termasuk aspek kelayakan dan kepastian status lahan.
INFRASTRUKTUR NELAYAN MULAI DIBANGUN
Untuk tahap pembangunan tahun 2026, ketujuh lokasi tersebut berstatus KNMP Subhub atau kawasan penyangga.
Fasilitas yang disiapkan meliputi tambatan perahu nelayan, shelter pendaratan ikan, pabrik es, kios perbekalan serta kapal penangkap ikan berukuran di bawah 5 GT sebanyak 10 unit.
Pembangunan dilaksanakan oleh dua penyedia, yakni PT Sapta Manunggal Karya dan CV Mujur Jaya, dengan total anggaran mencapai Rp37,3 miliar lebih.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan status sejumlah kawasan KNMP pada tahun 2027 menjadi KNMP Penyangga Plus maupun KNMP Hub atau kawasan inti.
Rencana pengembangan tersebut mencakup pembangunan cold storage, Air Blast Freezer (ABF), mobil pendingin, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), serta bengkel nelayan.
KOPERASI JADI PENGGERAK EKONOMI PESISIR
Tidak hanya membangun infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga mempersiapkan sistem pengelolaan dan operasionalisasi KNMP setelah pembangunan selesai.
Dinas Perikanan telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk mempersiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pengelola kawasan.
Koordinasi juga dilakukan bersama Bappenda dan BPM-PTSP terkait administrasi perizinan pembelian hasil perikanan di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam laporan tersebut, Kepala Dinas Perikanan juga menyampaikan bahwa dinamika terkait lahan dan akses jalan menuju lokasi pembangunan telah ditangani melalui koordinasi pemerintah ohoi, penyedia pekerjaan, dan Dinas Perikanan.
Sementara itu, untuk tahun 2027, Kabupaten Maluku Tenggara memperoleh kuota pengusulan sembilan calon lokasi KNMP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, hingga batas waktu pengusulan Oktober 2026, pemerintah daerah baru berhasil mengusulkan lima ohoi karena kendala status lahan yang belum memenuhi persyaratan clean, clear and free (CCF).
Pembangunan tujuh Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi momentum penting bagi Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.
Harapannya, KNMP tidak sekadar menghadirkan bangunan dan fasilitas baru, tetapi menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan, membuka peluang usaha, memperkuat koperasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Bumi Larvul Ngabal.
0 Komentar