Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen. Hadir dalam pembukaan para narasumber, fasilitator, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta puluhan guru terpilih dari berbagai kecamatan di Maluku Tenggara.
TOT Fasgus dirancang untuk memperkuat kapasitas para guru sebagai fasilitator literasi di satuan pendidikan dasar. Kehadiran mereka diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan pribadi, tetapi mampu ditularkan kepada guru lainnya dan berdampak langsung terhadap kemampuan belajar peserta didik.
Dalam sambutannya, Kadisdikbud Malra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peserta TOT memikul tanggung jawab penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun kemampuan literasi generasi muda Maluku Tenggara.
“Pendidikan adalah fondasi utama membangun masa depan daerah. Di dalamnya, literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami apa yang dibaca, mengolah informasi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, hingga menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Menurutnya, kemampuan literasi harus dibangun sejak jenjang pendidikan dasar karena menjadi fondasi bagi proses belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya. Karena itu, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan pembelajaran yang berkualitas.
Melalui TOT ini, para fasilitator diharapkan mampu menjadi penggerak penguatan literasi di sekolah masing-masing. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sekaligus dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting bagi Maluku Tenggara yang memiliki karakter wilayah kepulauan dengan tantangan geografis dan kondisi satuan pendidikan yang beragam.
Penguatan kapasitas guru menjadi strategi penting agar kualitas pembelajaran dan kemampuan literasi siswa dapat terus berkembang secara merata.
Pemkab Maluku Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun menempatkan literasi bukan sekadar program pelatihan, tetapi sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun sumber daya manusia yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara tepat.
Dengan semakin kuatnya kapasitas guru sebagai fasilitator literasi, diharapkan sekolah-sekolah dasar di Maluku Tenggara mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga mampu memahami, berpikir, berkarya, dan menghadapi tantangan masa depan.
0 Komentar