Momentum budaya yang sarat makna ini diawali dengan penyambutan meriah terhadap Bupati Maluku Tenggara H.M. Thaher Hanubun, didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, SH., M.Kn., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kedatangan rombongan disambut melalui tarian penyambutan oleh Sanggar Tabtub Ohoi Letvuan, sebelum dilanjutkan dengan prosesi penerimaan adat oleh Kepala Ohoi Letvuan bersama para kepala ohoi lainnya.
Rangkaian prosesi kemudian dilanjutkan menuju Makam Rat Ohoivur, sebagai salah satu bagian penting dalam peringatan Nen Dit Sakmas.
Dalam arahannya, Bupati Thaher Hanubun mengingatkan kembali pentingnya memahami sejarah perjalanan hukum adat Larvul Ngabal, yang menjadi salah satu fondasi kehidupan masyarakat Kei.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Larvul Ngabal bukan sekadar warisan sejarah, tetapi pedoman yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, termasuk penghormatan terhadap perempuan.
Pesan tersebut menjadi semakin kuat karena peringatan Nen Dit Sakmas Tahun 2026 dirangkaikan dengan prosesi penyematan Hawear, sebagai simbol adat yang memiliki makna perlindungan, penghormatan, serta komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kehidupan masyarakat Kei.
Bagi masyarakat Kei, Nen Dit Sakmas bukan hanya sebuah seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk kembali mengingat pesan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Setiap tahun, Pemerintah Daerah Maluku Tenggara bersama masyarakat terus menghidupkan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.
Sebab, di balik setiap tradisi terdapat nilai, sejarah, dan jati diri masyarakat Kei yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ketika budaya dijaga, masyarakat bukan hanya menghormati leluhur, tetapi juga sedang menjaga masa depan.
Peringatan Nen Dit Sakmas Tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa Larvul Ngabal, adat, dan budaya Kei harus tetap hidup sebagai identitas bersama.
Nen Dit Sakmas: Merawat Tradisi, Menjaga Identitas, Melanjutkan Warisan Leluhur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, staf ahli dan asisten Setda, pimpinan OPD, para camat, para kepala ohoi, Tuan Tan, ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, serta para stakeholder.
0 Komentar