Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Thaher Tekankan Sportivitas Dan Siapkan Talenta Voli Maluku Tenggara Menuju Popmal

Langgur, Liputan21.com – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, memimpin rapat koordinasi bersama panitia, manajer, pelatih tim, para camat dan KONI Maluku Tenggara, Rabu (9/9/2026), di Gedung Serbaguna Kabupaten Maluku Tenggara.

Rapat yang berlangsung pukul 11.00 WIT tersebut diikuti oleh manajer dan pelatih tim yang masih bertahan dalam kompetisi 8 besar putri dan 16 besar putra Bupati Cup 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan pertandingan memasuki fase krusial. Selain menyukseskan turnamen, Bupati Cup juga diharapkan menjadi sarana untuk menjaring dan mempersiapkan bibit-bibit atlet bola voli Maluku Tenggara menuju ajang POPMAL.

Dalam arahannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun menegaskan bahwa olahraga prestasi membutuhkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kemampuan menerima setiap hasil pertandingan.

Menurutnya, seorang atlet harus mampu menjaga kondisi fisik dan terus meningkatkan kemampuan apabila ingin mencapai prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Jaga fisik, jaga kemampuan dan terus berlatih. Kalau ingin mencapai olahraga tingkat tinggi, semuanya harus dipersiapkan dengan baik,” tegas Bupati.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta, pelatih dan pendukung tim agar menjunjung tinggi sportivitas. Dalam pertandingan olahraga, kata Bupati, kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang biasa dan harus diterima dengan sikap dewasa.

Bupati juga menyoroti pentingnya taktik dan strategi dalam permainan bola voli. Namun, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan para pemain.

Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan yang berkualitas membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, perangkat pertandingan hingga para wasit.

“Kalau kita ingin pertandingan yang bagus, harus didukung oleh panitia yang bagus, tim pertandingan yang bagus dan juga wasit yang baik. Tetapi kita juga harus memahami bahwa wasit adalah manusia biasa, bukan malaikat. Bisa saja terjadi kekeliruan,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati meminta agar setiap persoalan yang muncul di lapangan diselesaikan secara bijaksana sesuai aturan pertandingan dan tidak berkembang menjadi konflik.

Ia menegaskan bahwa memasuki babak 16 besar putra dan 8 besar putri, seluruh peserta harus fokus pada pertandingan dan tidak lagi memperdebatkan persoalan yang telah diselesaikan sebelumnya.

“Sekarang kita sudah masuk ke fase berikutnya. Saya berharap tidak ada lagi persoalan dan pertanyaan yang berulang-ulang. Semua harus mengikuti aturan dan keputusan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan Bupati Cup 2026, mulai dari pemerintah kecamatan, panitia tingkat kabupaten, organisasi perangkat daerah, kelompok masyarakat hingga unsur lainnya.

Menurutnya, turnamen yang sebelumnya digelar di tingkat kecamatan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menjadi wadah pembinaan olahraga, kegiatan tersebut juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Sebanyak 11 kecamatan disebut telah mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan, bersama berbagai kelompok dan unsur lainnya yang ikut meramaikan Bupati Cup 2026.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh camat, panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras. Dari tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten, semuanya telah memberikan kontribusi,” ucapnya.

Bupati Cup 2026 sendiri digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Hari Olahraga Nasional Tahun 2026, serta sejumlah momentum lainnya.

Bupati menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban selama pertandingan harus menjadi perhatian bersama. Ia meminta seluruh tim, suporter dan masyarakat untuk menjaga suasana pertandingan tetap kondusif.

Menurutnya, turnamen ini telah mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan media. Karena itu, ia tidak menginginkan adanya keributan yang justru mencederai semangat olahraga dan nama baik Maluku Tenggara.

“Ini olahraga. Harus fair. Kalau ada masalah, selesaikan sesuai aturan. Jangan sampai pertandingan berubah menjadi keributan,” tegasnya.

Untuk menjamin pertandingan berjalan objektif dan profesional, Bupati juga meminta agar perangkat pertandingan bekerja sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa aturan pertandingan tetap mengacu pada regulasi resmi yang digunakan dalam cabang olahraga bola voli. Selain itu, sejumlah pihak juga akan dilibatkan untuk membantu mengawasi jalannya pertandingan.

Memasuki fase 16 besar putra dan 8 besar putri, persaingan dipastikan akan semakin ketat. Sejumlah wasit berlisensi dan perangkat pertandingan disiapkan untuk memastikan kompetisi berlangsung secara profesional.

Bupati berharap Bupati Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan memeriahkan hari besar nasional, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Maluku Tenggara.

Melalui kompetisi ini, talenta-talenta muda dari berbagai ohoi dan kecamatan diharapkan dapat terpantau, dibina dan dipersiapkan untuk membawa nama Maluku Tenggara pada berbagai kejuaraan, termasuk POPMAL dan kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

“Tujuan utama kita adalah mencari dan menyiapkan bibit-bibit atlet. Anak-anak muda Maluku Tenggara harus terus diberi ruang untuk bertanding, mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kemampuan mereka,” tutup Bupati.

Dengan dimulainya pertandingan fase 16 besar putra dan 8 besar putri, Bupati meminta seluruh pihak untuk menjaga sportivitas, keamanan dan kebersamaan demi suksesnya pelaksanaan Bupati Cup 2026.

Posting Komentar

0 Komentar