Berbaur tanpa sekat, umat GPM dan basudara Muslim bersama-sama mengayuh sepeda dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran nyata kuatnya semangat persaudaraan dan toleransi yang hidup di tengah masyarakat Maluku Tenggara.
Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi Jemaat Anugerah, Gereja Protestan Maluku, anggota PGI, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, dalam rangka menyongsong HUT ke-91 GPM di Jemaat Anugerah.
Pembukaan rangkaian kegiatan dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun.
Keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan ini tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap pembinaan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan lintas agama dan elemen masyarakat.
Fun Bike menjadi salah satu kegiatan yang mencuri perhatian. Sebab, olahraga yang seharusnya hanya menjadi aktivitas menjaga kebugaran, justru berkembang menjadi ruang perjumpaan dan mempererat hubungan persaudaraan.
Umat GPM dan basudara Muslim terlihat menyatu dalam satu kegiatan. Tidak ada sekat agama ketika masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan sekaligus merawat hubungan sosial.
Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi Jemaat Anugerah, Sony Damamain, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-91 GPM sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi jemaat dan masyarakat.
Selain Fun Bike, panitia juga menghadirkan Jalan Sehat, pemeriksaan kesehatan serta konsultasi kesehatan gratis.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut menghadirkan dokter umum dan sejumlah dokter spesialis, sehingga masyarakat tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga mendapatkan akses pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis.
Momentum ini memperlihatkan bahwa perayaan HUT GPM di Jemaat Anugerah tidak berhenti pada seremoni keagamaan.
Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat pesan persaudaraan.
Keterlibatan basudara Muslim dalam Fun Bike menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri.
Di atas sepeda, dalam satu rute dan suasana yang sama, masyarakat menunjukkan bahwa semangat hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan semangat hidup berdampingan.
Dari Jemaat Anugerah, HUT ke-91 GPM pun tidak hanya dirayakan sebagai pertambahan usia pelayanan gereja, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai basudara, toleransi, kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Maluku Tenggara.
0 Komentar