Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Zikir Kebangsaan di Dian Pulau, Bupati Thaher Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Kamtibmas


Dian Pulau, liputan21.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tenggara bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) menggelar kegiatan Zikir, Doa dan Mujahadah Kebangsaan untuk Keselamatan Maluku Tenggara.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Manafi, Ohoi Dian Pulau, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (14/8/2026) pukul 13.00 WIT.

Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada bangsa Indonesia. Selain itu, zikir dan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar batiniah untuk memohon kedamaian, keberkahan, keselamatan, persatuan, dan ketenteraman bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, yang hadir sekaligus memberikan sambutan, mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat spiritualitas, persaudaraan, kerukunan, dan persatuan.

“Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas rahmat dan perlindungan-Nya, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan Doa dan Zikir Mujahadah Kebangsaan untuk Keselamatan Maluku Tenggara,” ujar Thaher.

Menurutnya, bulan Agustus merupakan bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia karena menjadi momentum memperingati 81 tahun kemerdekaan.

Ia menyebut, Mujahadah Kebangsaan merupakan bentuk syukur spiritual atas nikmat kemerdekaan sekaligus menjadi sarana untuk mendoakan keselamatan, kedamaian, dan keberlanjutan pembangunan di bumi Larvul Ngabal.

“Jembatan untuk mendoakan keselamatan, kedamaian, dan keberlanjutan pembangunan di bumi Larvul Ngabal tercinta,” katanya.

Kemerdekaan Harus Dirawat Bersama
Bupati Thaher menegaskan, kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma. Kemerdekaan merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, air mata, darah, dan doa para pahlawan.

Karena itu, kata dia, tugas generasi saat ini adalah menjaga dan merawat kemerdekaan tersebut melalui kerja nyata sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual.

“Melalui mujahadah yang berarti bersungguh-sungguh, kita mengetuk pintu langit. Kita menyadari bahwa ikhtiar pembangunan, kerja keras fisik, dan kebijakan pemerintah tidak akan sempurna tanpa adanya ketukan spiritual,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat berdoa agar Kabupaten Maluku Tenggara senantiasa dilindungi dari berbagai marabahaya, termasuk bencana alam, konflik sosial, serta berbagai ujian yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Tiga Pesan Bupati Thaher
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh masyarakat Maluku Tenggara.

Pertama, memperkuat kerukunan.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal meskipun berbeda bangsa dan suku.

Menurutnya, zikir dan doa harus menjadi perekat tali silaturahmi serta memperkuat kedamaian di tengah masyarakat.

“Mari kita jaga kedamaian di lingkungan masing-masing. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan di antara kita,” pesannya.

Kedua, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Bupati mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan tangan agar tidak menjadi sumber kerusakan di tengah masyarakat.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari bahwa seorang muslim sejati adalah orang yang orang lain selamat dari bahaya lisan dan tangannya.

Pesan tersebut, kata Thaher, relevan dengan kondisi kehidupan bermasyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi penyebaran fitnah, ujaran kebencian, dan informasi palsu.

“Untuk keselamatan Maluku Tenggara adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat keamanan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan, kesadaran, dan doa dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim yang menggambarkan orang-orang beriman sebagai satu tubuh yang saling mencintai dan menyayangi.

Menurutnya, filosofi tersebut sejalan dengan tatanan adat dan budaya masyarakat Maluku Tenggara. Jika salah satu kelompok masyarakat atau wilayah mengalami gesekan maupun kesusahan, maka dampaknya akan dirasakan bersama.

“Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita dari fitnah dan berita hoaks, serta jaga tangan kita dari tindakan yang merusak kedamaian,” ajaknya.

Ketiga, memperkuat sinergi membangun daerah.

Bupati berharap energi positif dari pelaksanaan zikir dan doa bersama dapat membawa keberkahan bagi pemerintahan dan perekonomian daerah, sehingga masyarakat Maluku Tenggara semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada momentum HUT ke-81 RI, ia mengajak masyarakat memperbarui tekad untuk menjaga stabilitas keamanan agar roda perekonomian dan pembangunan di Maluku Tenggara dapat berjalan dengan lancar.

Apresiasi untuk PCNU dan BKM
Bupati Thaher menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tenggara, BKM Masjid Al-Manafi Ohoi Dian Pulau, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti zikir dengan penuh kekhusyukan sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan daerah.

“Mari kita tundukkan kepala, bersihkan hati, dan kekhusyukkan jiwa dalam zikir. Kita doakan agar Indonesia semakin maju, dijauhkan dari marabahaya dan Kabupaten Maluku Tenggara senantiasa menjadi daerah yang aman, tenteram, makmur, serta penuh keberkahan,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar