Kegiatan tersebut berlangsung di lantai II Ballroom Hotel Kimson, Ohoijang-Watdek, Langgur, dan diikuti para penjamah pangan serta sejumlah pihak terkait dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan makanan yang aman dan higienis.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan hal penting dan strategis karena berkaitan langsung dengan pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari serta dampaknya terhadap kesehatan.
Menurut Bupati, pangan yang aman menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
“Keamanan pangan merupakan investasi bagi pembangunan SDM. Masyarakat yang mengonsumsi pangan yang aman akan memiliki derajat kesehatan yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Thaher.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang dapat terjadi akibat buruknya kebersihan dalam penyajian makanan, penggunaan bahan yang dilarang, cemaran pangan, maupun penggunaan gula, garam dan lemak secara berlebihan.
Bupati mengatakan, Maluku Tenggara memiliki potensi besar di sektor perikanan, hasil laut, pertanian serta kuliner berbasis pangan lokal.
Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara baik agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Produk pangan yang aman dan berkualitas akan meningkatkan daya saing UMKM, memperluas peluang investasi, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah,” katanya.
Thaher menilai keamanan pangan juga menjadi bagian dari citra daerah. Wisatawan yang datang ke Maluku Tenggara tidak hanya menikmati keindahan pantai, laut dan budaya Kei, tetapi juga kuliner khas daerah.
Karena itu, kualitas pangan yang disajikan kepada masyarakat maupun wisatawan harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, apabila makanan yang disajikan aman, higienis dan berkualitas, kepercayaan masyarakat dan wisatawan akan semakin meningkat. Sebaliknya, apabila terjadi keracunan akibat kelalaian dalam pengolahan makanan, dampaknya tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga pelaku usaha dan citra daerah.
“Ketika Saudara menyajikan makanan yang bersih dan aman, sesungguhnya Saudara sedang menjaga kesehatan saudara sendiri. Ketika Saudara menjaga kebersihan tempat usaha, sesungguhnya Saudara sedang menjaga nama baik Kabupaten Maluku Tenggara,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh penjamah pangan untuk tidak memandang profesi tersebut hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dukung Program Makanan Bergizi Gratis
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher juga menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan penjamah makanan dalam mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.
Ia menegaskan, makanan yang disiapkan untuk anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui harus memenuhi persyaratan kesehatan.
“Setiap tahapan pengolahan makanan harus dilakukan secara higienis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Bupati kemudian mengingatkan sejumlah langkah penting yang harus diterapkan dalam pengolahan pangan, mulai dari menjaga kebersihan diri sebelum mengolah makanan, mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan, hingga memisahkan bahan mentah dengan makanan siap saji.
Selain itu, penjamah pangan diminta memperhatikan suhu penyimpanan makanan, menggunakan bahan pangan yang aman dan memiliki izin edar apabila dipersyaratkan, serta menjaga sanitasi lingkungan tempat usaha.
Peserta Diminta Jadi Agen Perubahan
Bupati berharap peserta pelatihan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi mampu menjadi pelopor, penggerak dan agen perubahan dalam mewujudkan budaya pangan yang aman di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, sebarkan ilmu yang Saudara peroleh, bangun budaya kerja yang bersih, terapkan higiene dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan,” pesannya.
Pelatihan tersebut menghadirkan fasilitator dari Balai POM yang diwakili Mathias Sandy serta Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang diwakili Lita Sangadji.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Koordinator Wilayah MBG Maluku Tenggara, para Kepala SPPG, para Kepala Puskesmas, serta peserta pelatihan keamanan pangan siap saji.
0 Komentar