Dalam sambutannya, Bupati Thaher Hanubun menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen Maluku Tenggara dalam Jambore Nasional bukan sekadar memenuhi agenda kepramukaan, melainkan membawa amanah untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga disiplin, menjunjung tinggi etika, serta menunjukkan semangat persaudaraan, kepemimpinan, dan tanggung jawab selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Adik-adik adalah duta Maluku Tenggara.
Tunjukkan karakter yang santun, disiplin, berintegritas, dan mampu bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Jadikan Jambore Nasional sebagai ruang belajar, membangun persahabatan, dan mengharumkan nama daerah," pesan Bupati.
Sebagai tanda resmi pelepasan, Bupati menyematkan atribut kepada perwakilan peserta dan menyerahkan bendera kontingen kepada pimpinan rombongan. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan kontingen Maluku Tenggara menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Maluku Tenggara, para pembina, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan pendampingan serta pembinaan hingga para peserta siap tampil di ajang nasional.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, mandiri, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
"Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akan terus mendukung program-program pengembangan generasi muda sebagai investasi untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap membangun daerah maupun bangsa," tegasnya.
Pelepasan kontingen berlangsung dalam suasana penuh semangat, haru, dan kebanggaan. Seluruh peserta diharapkan mampu menunjukkan prestasi terbaik sekaligus menjadi teladan sebagai generasi muda Maluku Tenggara yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, disiplin, dan pengabdian selama mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.
0 Komentar