Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Toffi, mengatakan bahwa penyerahan cenderamata tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan.
“Cenderamata ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen kita dalam mendukung penyusunan RZ KSN Karbon Biru Perairan Kei.
Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan potensi sumber daya laut dan pesisir dapat dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Budi Toffi.
Menurutnya, kawasan Perairan Kei memiliki nilai strategis yang tinggi, baik dari sisi ekologi, ekonomi maupun sosial budaya. Oleh karena itu, penyusunan rencana zonasi yang terintegrasi menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam.
Ia berharap proses penyusunan RZ KSN Karbon Biru dapat berjalan dengan baik melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan, sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang mendukung perlindungan ekosistem pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program karbon biru nasional sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem pesisir serta laut di wilayah Perairan Kei dan sekitarnya.
0 Komentar