Tak hanya hadir, antusias para orang tua bahkan disebut luar biasa. Sejak pagi hingga pukul 13.00 WIT, banyak orang tua memilih tetap bertahan di sekolah demi mendampingi anak-anak mereka mengikuti ujian praktik.
Program kolaborasi ini menjadi kegiatan pertama untuk mata pelajaran PKN di tahun 2026 dan langsung mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan peserta didik dalam proses pendidikan.
Menurut Christin Rumlety, guru SD Inpres Rerean sekaligus perancang Program Literasi dan Numerasi yang berjalan setiap semester, keterlibatan orang tua bukan sekadar mendampingi anak saat ujian, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, tanggung jawab, serta pemahaman anak sebagai generasi bangsa.
“Antusias orang tua sangat luar biasa. Bahkan sampai siang mereka masih tetap berada di sekolah dan tidak ingin pulang. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan akan semakin kuat jika sekolah dan keluarga berjalan bersama,” ungkap Christin.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi bersama guru Kelas VI, Diana Sedubun, serta didukung penuh oleh seluruh guru SD Inpres Rerean yang turut hadir dan berpartisipasi dalam pelaksanaan ujian praktik tersebut.
Kehadiran para guru dan orang tua menciptakan suasana ujian yang berbeda. Tidak hanya menjadi ruang penilaian akademik, tetapi juga momentum kebersamaan dan perhatian penuh terhadap perkembangan anak-anak.
Meski berada di wilayah kepulauan dengan berbagai tantangan geografis, SD Inpres Rerean terus menunjukkan semangat besar dalam memajukan pendidikan. Sekolah ini melayani peserta didik dari tiga desa, yakni Desa Rerean, Desa Wafol, dan Desa Feerbaru di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.
Keterbatasan akses dan kondisi wilayah ternyata tidak menjadi penghalang lahirnya inovasi pendidikan. Justru dari daerah kepulauan inilah muncul langkah baru yang dinilai inspiratif dan menyentuh hati banyak orang.
Christin Rumlety menegaskan bahwa program kolaborasi bersama orang tua ini bukan kegiatan pertama dan terakhir. Ke depan, sekolah akan terus menghadirkan berbagai model dan metode pembelajaran yang melibatkan keluarga secara aktif sesuai kebutuhan peserta didik.
“Program seperti ini akan terus berlanjut dengan metode dan bentuk yang berbeda-beda. Kami ingin orang tua benar-benar hadir melihat perkembangan anak mereka secara langsung,” tambahnya.
Kegiatan ujian praktik ini pun menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya lahir di kota besar, tetapi juga tumbuh kuat dari sekolah sederhana di wilayah kepulauan Maluku Tenggara.
0 Komentar