Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Orang Tua Turun Tangan, Ujian Praktik SD Inpres Rerean Jadi Inspirasi Pendidikan Kepulauan

Maluku Tenggara, liputan21.com — Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan ujian praktik hari ke-3 di SD Inpres Rerean, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (9/5/2026). Untuk pertama kalinya, orang tua siswa dilibatkan langsung dalam proses pendampingan ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dan antusiasme tinggi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi langkah inovatif dalam memperkuat hubungan antara sekolah, peserta didik, dan keluarga.

Guru SD Inpres Rerean sekaligus perancang Program Literasi dan Numerasi, Christin Rumlety, mengatakan keterlibatan orang tua bukan sekadar mendampingi anak saat ujian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter, pengetahuan, serta rasa tanggung jawab peserta didik sebagai generasi bangsa.

“Melalui keterlibatan orang tua, kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab keluarga,” ujar Christin.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama guru Kelas VI, Diana Sedubun, dan didukung penuh oleh seluruh guru SD Inpres Rerean yang hadir serta terlibat aktif dalam pelaksanaan ujian praktik.

Kehadiran para guru dan orang tua menciptakan suasana kebersamaan yang hangat sekaligus menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan.

SD Inpres Rerean sendiri merupakan sekolah yang melayani peserta didik dari tiga desa, yakni Desa Rerean, Desa Wafol, dan Desa Feerbaru di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.

Meski berada di wilayah kepulauan dengan berbagai tantangan geografis dan keterbatasan akses, semangat memajukan pendidikan tetap terus tumbuh.

Berbagai kendala wilayah tidak menjadi penghalang bagi para guru untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan demi meningkatkan kualitas belajar peserta didik.

Menurut Christin Rumlety, keterlibatan orang tua dalam ujian praktik kali ini bukan menjadi kegiatan pertama dan terakhir. Ke depan, sekolah akan terus menghadirkan berbagai program kolaboratif dengan model dan metode berbeda yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik serta kondisi wilayah kepulauan.

“Kami berharap sinergi antara sekolah dan orang tua terus terbangun, sehingga perkembangan anak-anak dapat dipantau dan didukung bersama,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian praktik ini pun menjadi contoh bahwa keterbatasan wilayah bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dari kawasan kepulauan Maluku Tenggara, SD Inpres Rerean menunjukkan bahwa pendidikan yang melibatkan keluarga mampu menghadirkan semangat baru bagi masa depan generasi muda.

Posting Komentar

0 Komentar