Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Malra: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Langgur, Liputan21.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kodim 1503/Tual, Langgur, Senin (1/6/2026).

Dalam upacara tersebut, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Dalam pidato yang dibacakan Bupati, ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan pidato tersebut.

Pidato juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia, mediasi konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas disebut sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Kepada para pemimpin daerah dan penyelenggara pemerintahan, pesan khusus juga disampaikan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan keadilan sosial, berpihak kepada masyarakat, serta menjamin tidak ada warga yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan.

Mengakhiri pidato, seluruh elemen bangsa diajak memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta terus menanamkan nilai kemanusiaan dan gotong royong sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, aparatur sipil negara, pelajar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.

“Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” menjadi penutup pidato yang menggema di lapangan upacara dan disambut penuh semangat oleh seluruh peserta.

Posting Komentar

0 Komentar