Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 ini berlangsung meriah dan penuh sukacita. Ribuan masyarakat yang hadir tampak menikmati setiap penampilan, sementara para peserta didik tampil dengan penuh percaya diri dan semangat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyampaikan bahwa pentas seni ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai persatuan dan perdamaian kepada generasi muda.
“Melalui kreativitas anak-anak kita, kami ingin menyampaikan pesan damai kepada masyarakat. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang menjunjung tinggi persaudaraan,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung aman dan tertib. Wajah-wajah bahagia terlihat dari para siswa yang dengan antusias menampilkan kreativitas terbaik mereka di hadapan publik. Pentas seni ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda.
Lebih dari itu, pertunjukan yang ditampilkan sarat makna. Ratusan siswa tampil dalam harmoni, mengenakan beragam busana adat Nusantara, termasuk tenun khas Kei, yang mencerminkan kekayaan budaya bangsa.
Lantunan lagu kebangsaan dan lagu daerah menggema, berpadu dalam satu irama yang menyentuh nilai persatuan. Tarian kolosal yang ditampilkan menjadi simbol bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menanamkan nilai hidup rukun dan damai sejak dini, khususnya di Bumi Larvul Ngabal yang menjunjung tinggi adat, hukum, dan persaudaraan.
Melalui pentas seni ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga menangkap pesan moral bahwa perdamaian dimulai dari hal sederhana—saling menghargai, memahami, dan berjalan bersama dalam keberagaman.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para siswa, diharapkan langkah kecil ini menjadi awal menuju Maluku Tenggara yang lebih hebat, damai, dan bermartabat.
0 Komentar