Dalam laporan resminya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Pertiwi.”
Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai adat Kei sebagai fondasi dalam pembangunan pendidikan di daerah.
“Pendidikan di Maluku Tenggara harus bertumbuh dari akar budaya sendiri, menjadikan nilai-nilai luhur adat sebagai sumber pembentukan karakter dan tanggung jawab kebangsaan generasi muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang untuk mendorong kreativitas, semangat belajar, serta kecintaan peserta didik terhadap budaya daerah.
Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog melalui diskusi publik bertema “Pendidikan Kepulauan sebagai Pilar Keadilan Sosial: Strategi Transformasi Pendidikan Maluku Tenggara di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Tantangan Geografis.”
“Kami ingin pendidikan tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga membentuk manusia yang hidup dalam harmoni, saling menghargai, serta menjaga persaudaraan dan perdamaian di Bumi Larvul Ngabal,” jelasnya.
Adapun rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 meliputi berbagai agenda, di antaranya lomba kreativitas siswa seperti menggambar, mewarnai, desain poster digital, hingga stand up comedy dan bertutur dalam Bahasa Kei. Selain itu, digelar pula festival dan pameran hasil karya siswa serta UMKM di wilayah Langgur dan sekitarnya.
Puncak kegiatan akan berlangsung pada upacara bendera tanggal 2 Mei 2026 di Stadion Maren Langgur, yang akan melibatkan siswa bersama orang tua/wali secara terpusat, serta diakhiri dengan malam gala dinner sebagai bentuk syukuran.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kota Langgur, meliputi Landmark Langgur, Kantor Dinas Pendidikan, dan Stadion Maren, yang berlangsung dari 24 April hingga 2 Mei 2026.
Lebih lanjut, Bin Raudha Arif Hanoeboen menegaskan bahwa kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM serta berbagai pihak pendukung lainnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, serta panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami menyadari ini mungkin langkah kecil, namun kami yakin dari sekolah, dari anak-anak, dan dari ruang-ruang kreativitas yang dibangun bersama, semangat persaudaraan akan terus tumbuh demi masa depan Maluku Tenggara yang lebih maju, rukun, dan bermartabat,” tutupnya
0 Komentar