Peninjauan tersebut turut didampingi Pasi Logistik Kodim 1503/Tual, para asisten, serta seluruh kepala OPD yang tergabung dalam Tim Pengadaan Tanah Pemerintah Kota Tual. Rombongan bahkan harus memasuki kawasan hutan untuk memastikan kondisi riil lahan yang akan digunakan.
Kegiatan ini dilakukan guna mengecek kesiapan lahan sekaligus melihat progres awal rencana pembangunan. Selain itu, rombongan juga meninjau sejumlah titik strategis untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan manfaat bagi pertahanan negara serta masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya, Dandim 1503/Tual menyampaikan bahwa pembangunan batalyon tersebut merupakan hasil kerja sama antara TNI AD dan Pemerintah Kota Tual, dengan total luas lahan sekitar 30 hektar yang dihibahkan oleh pemerintah daerah.
“Lahan yang disiapkan terdiri dari dua lokasi, yakni 20 hektar dan 10 hektar di wilayah Kecamatan Dullah Utara. Harapannya memang satu lokasi, namun pemerintah kota hanya mampu menyediakan dua titik. Meski demikian, hal ini tidak menjadi kendala,” ujar Dandim.
Ia menjelaskan, pembangunan akan mencakup Markas Komando (Mako) batalyon serta kompi-kompi satuan dalam struktur batalyon teritorial pembangunan. Saat ini, jumlah personel yang sudah ada di Kota Tual sekitar 544 orang.
Lebih lanjut, Dandim mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, tepatnya pada Jumat mendatang, tim dari Badan Logistik Kementerian Pertahanan akan turun untuk melakukan survei lanjutan guna memastikan status lahan benar-benar “clear and clean” tanpa permasalahan hukum.
“Jika tidak ada hambatan, pembangunan direncanakan mulai paling lambat pada bulan Juni atau Juli tahun ini. Proses pembangunan akan langsung ditangani oleh Kementerian Pertahanan melalui mitra atau pihak ketiga yang ditunjuk,” tambahnya.
Pemerintah Kota Tual berharap kehadiran Yonif TP 914 nantinya tidak hanya memperkuat sistem pertahanan wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di kawasan Dullah Utara.
0 Komentar