Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Maluku Tenggara Ajukan Langgur Masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Jakarta, liputan21.com – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, melaksanakan audiensi bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Gedung E Lantai 2, ruang kerja Menteri, Selasa, 7 April 2026

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hanubun secara resmi mengajukan permohonan dukungan kepada Kementerian Kebudayaan RI untuk memasukkan Kota Langgur ke dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Usulan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam melestarikan warisan budaya serta memperkuat identitas sejarah daerah.

Bupati Hanubun menyampaikan bahwa Kota Langgur memiliki nilai historis dan budaya yang kuat, serta menyimpan berbagai potensi kearifan lokal yang layak untuk diakui secara nasional melalui jejaring kota pusaka.

“Langgur memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan dan dipromosikan. Melalui JKPI, kami berharap ada dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan dan pelestarian tersebut,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong daerah-daerah untuk aktif dalam pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan nasional berbasis kearifan lokal.

Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, di antaranya:
Direktur Jenderal Pengembangan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan
Staf Khusus Menteri, Gusti Putri
Staf Ahli Menteri, Anindita
Tenaga Ahli Menteri, Topan
Kepala Bappeda Kabupaten Maluku Tenggara
Plt. Kepala Dinas Pariwisata
Plt. Kepala Dinas Pendidikan
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Plt. Kepala BKPSDM

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kota Langgur sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Maluku Tenggara.

Posting Komentar

0 Komentar