Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Riwayat Hidup Plt Sekda Maluku Tenggara Achmad Dahlan Tamher

Langgur, liputan21.com – Almarhum Achmad Dahlan Tamher merupakan birokrat senior yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk pengabdian kepada negara dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Ia lahir di Maluku Tenggara pada 21 Maret 1971 dan wafat pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 16.30 WIT.

Achmad Dahlan Tamher menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Maluku Tenggara. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Sosial Politik (S1) di Universitas Pattimura Ambon dan melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) Ilmu Sosial yang diselesaikan pada tahun 2005. Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier birokrasi yang dijalaninya.

Kariernya sebagai aparatur sipil negara dimulai pada tahun 1998 ketika diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Seiring waktu, almarhum terus menunjukkan dedikasi dan kinerja yang konsisten hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, khususnya di bidang administrasi kependudukan dan pemerintahan.

Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Kasubag Administrasi dan Personalia PDAM Kabupaten Maluku Tenggara, Sekretaris Kelurahan Ohoijang Watdek, Kepala Sub Bagian serta Kepala Bidang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sekretaris Dinas Dukcapil, hingga menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maluku Tenggara sejak 2017.

Pada tahun 2025, almarhum kembali dipercaya mengemban tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Maluku Tenggara, dan kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara sejak 6 Desember 2025 hingga akhir hayatnya.

Selama masa pengabdian kurang lebih 28 tahun, Achmad Dahlan Tamher juga aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan serta teknis pemerintahan. Atas dedikasi dan loyalitasnya, negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dan 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Ibu Wawasa Roroa, serta empat orang anak. 

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat Maluku Tenggara yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, tenang, dan penuh tanggung jawab.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Taher Hanubun menyampaikan bahwa almarhum adalah figur birokrat teladan yang mengabdikan hidupnya untuk pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Posting Komentar

0 Komentar