Langgur, liputan 21.com — Halaman Kantor Bupati Maluku Tenggara pada Sabtu pagi tampak ramai oleh ratusan petani yang hadir untuk menerima bantuan alat dan bibit pertanian. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, didampingi Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Malra, para pimpinan OPD, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.
Penyerahan bantuan ini meliputi alat dan mesin pertanian, benih/bibit, pupuk, pestisida, serta obat-obatan pertanian yang ditujukan untuk memperkuat produksi pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.
Bupati Malra Tekankan Pentingnya Produksi Pangan Daerah
Dalam arahannya, Bupati Maluku Tenggara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya daerah menjalankan Astacita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya terkait:
Penguatan sistem pertahanan dan ketahanan pangan,
Mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,
Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),
Serta menjaga stabilitas pengendalian inflasi daerah.
Bupati menekankan bahwa Dinas Pertanian memiliki tugas strategis untuk memastikan ketersediaan dan distribusi sarana pertanian—mulai dari benih, pupuk, pestisida, hingga alat mesin pertanian—tersedia tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna.
300 Kelompok Tani, 3.000 Petani, dan 1.500 Ha Lahan Digairahkan
Bantuan sarana produksi yang disalurkan hari ini menyasar 300 kelompok tani, dengan estimasi 3.000 petani yang diberdayakan.
Langkah ini ditargetkan membuka peluang:
Ekstensifikasi lahan hingga 1.500 hektare,
Peningkatan luas tanam dan panen,
Kenaikan produksi sayuran dan kebutuhan pangan segar,
Pemenuhan pasokan dapur MBG tanpa bergantung pada daerah luar,
Sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah.
“Dengan adanya dapur MBG, maka pasar bagi petani sudah ada. Yang penting produksi harus kontinyu, jangan sampai kita bergantung pada pasokan luar,” tegas Bupati.
Dorongan Motivasi untuk Petani
Bupati juga meminta Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan, memaksimalkan pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan rumah tangga, dan menyiapkan lomba petani terbaik sebagai apresiasi untuk memotivasi kinerja kelompok tani.
Selain itu, traktor roda 4 yang tersedia di Dinas Pertanian dapat digunakan petani untuk pengolahan lahan sesuai prosedur, meski tidak diserahkan langsung karena membutuhkan perawatan teknis khusus.
Koordinasi Lintas Kementerian
Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian terkait lainnya demi menjamin ketersediaan sarana, prasarana, serta keberhasilan program swasembada pangan dan MBG.
“Tujuan kita jelas: pangan cukup, lapangan kerja terbuka, petani sejahtera,” tutup Bupati.

0 Komentar