Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kabut Asap Selimuti Langgur, Thaher Gerak Cepat Bagikan Masker Untuk Warga

Langgur, Liputan21.com – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara, termasuk Kota Langgur, Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan kualitas udara menurun, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan.

Sebelumnya, BMKG Ambon mengimbau masyarakat, termasuk warga Maluku Tenggara, untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Imbauan itu menyusul terpantau 12 titik panas yang diduga berkaitan dengan munculnya kabut asap, dengan jumlah titik panas terbanyak berada di wilayah Papua.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui laman media sosial sekaligus mengambil langkah konkret dengan memerintahkan Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan dan membagikan masker secara gratis kepada warga.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara. Petugas di bawah pimpinan Kepala Dinas Kesehatan, Muchin Rahayaan, bergerak menyusuri sejumlah titik di Kota Langgur untuk membagikan masker kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Sekretariat Pengeringan Watdek, Bidang P2 depan Lenmark, Bidang Kesmas di kawasan lampu merah, SDK depan Masjid Raudah, pelayanan kesehatan di depan SMA Saka, IFK depan SPBU Langgur, serta wilayah kerja Kepala Puskesmas Ohoijang Watdek.

Pengendara, pejalan kaki, pedagang hingga anak-anak sekolah menjadi sasaran pembagian masker. Satu per satu warga yang melintas diberikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan kabut asap.

“Atas perintah Bapak Bupati, Dinas Kesehatan wajib membagikan masker. Kami turun langsung ke jalan untuk melindungi warga dari bahaya kabut asap,” tegas Muchin Rahayaan saat ditemui di lokasi.

Kabut asap yang menyelimuti Langgur tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila paparan berlangsung terus-menerus.

Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, ISPA, kambuhnya asma, serta iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan masyarakat dengan penyakit kronis perlu mendapat perhatian lebih.

Pemkab Maluku Tenggara mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara memburuk. Masker seperti N95, KF94 atau masker bedah dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan terhadap partikel di udara.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela rumah agar asap tidak mudah masuk, memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga asupan makanan bergizi.

Jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, mata terasa perih atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar asap, warga diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit.

Pemkab Maluku Tenggara memastikan langkah perlindungan masyarakat akan terus dilakukan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Di tengah udara Langgur yang diselimuti kabut, pemerintah daerah menempatkan keselamatan warga sebagai perhatian utama.

Sebab udara bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian penting dari hak masyarakat untuk hidup sehat.


Posting Komentar

0 Komentar