Kondisi tersebut mendorong Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi dan penanganan kebakaran di lapangan.
Usai menerima peserta Carnaval Meti Kei, Bupati langsung bertolak menuju Ohoi Evu untuk melihat dari dekat kondisi hutan yang terbakar.
Kebakaran diperkirakan membentang sepanjang 7 kilometer dengan lebar sekitar 3 kilometer. Untuk mencapai titik lokasi, Bupati bersama rombongan bahkan harus menempuh perjalanan masuk ke kawasan hutan lebih dari 7 kilometer.
Didampingi Danlanud, peninjauan tersebut turut didukung armada Lanal dan Lanud. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara langsung luas dan kondisi kebakaran sekaligus memastikan upaya penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Ancaman terbesar bukan semata luasnya kawasan yang terbakar, tetapi dampaknya terhadap sumber air PDAM. Jika kebakaran terus meluas dan merusak kawasan penyangga sumber air, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.
Karena itu, keselamatan masyarakat dan kelestarian sumber air menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hutan di kawasan Evu memiliki arti penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara.
Menjaga hutan berarti menjaga sumber air. Menjaga sumber air berarti menjaga kehidupan masyarakat.
0 Komentar