Dalam kesempatan tersebut, Victor memperkenalkan kekayaan alam dan kearifan lokal Kepulauan Kei yang menjadi daya tarik wisata kelas dunia. Salah satu yang disoroti adalah fenomena unik “The Magic of Meti Kei”, yaitu surutnya air laut secara ekstrem yang membuka hamparan pasir luas, menciptakan panorama langka yang memukau wisatawan.
Tak hanya itu, ia juga mengangkat Enbal, makanan khas Kei berbahan dasar singkong beracun yang diolah secara tradisional hingga aman dikonsumsi dan menjadi makanan pokok masyarakat setempat. Enbal dinilai sebagai simbol ketahanan pangan sekaligus warisan budaya yang sarat nilai historis.
Victor menegaskan bahwa Maluku Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan, tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kekuatan budaya lokal yang masih terjaga.
Sebagai penutup, ia mengajak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk hadir dan merasakan langsung keunikan tersebut dalam Festival Pesona Meti Kei yang akan digelar pada 12–17 Oktober 2026 di Langgur, Maluku Tenggara.
“Datang dan rasakan sendiri keajaiban Meti Kei serta kekayaan budaya kami,” ajaknya.
Kehadiran Maluku Tenggara di Voice of Indonesia diharapkan mampu memperluas promosi pariwisata Kei ke pasar internasional, khususnya wilayah Hongkong, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
0 Komentar