Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, tenaga medis, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai persatuan dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh leluhur masyarakat Kei.
“Dalam kehidupan orang Kei, kita mengenal filosofi ain ni ain, yang berarti kita semua adalah satu. Nilai ini harus terus kita jaga sebagai dasar dalam membangun kebersamaan dan saling menghargai,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen penting untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, serta membersihkan hati dari prasangka.
Menurutnya, semangat saling memaafkan juga sejalan dengan ajaran agama, sebagaimana dalam Al-Qur’an dan hadits yang mengajarkan pentingnya sikap pemaaf sebagai jalan menuju kemuliaan.
Bupati juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk arus modernisasi, masyarakat harus tetap berpegang pada nilai adat, agama, dan budaya.
“Selama kita memegang teguh nilai ain ni ain, kita akan tetap kuat seperti batu karang yang tidak mudah goyah oleh ombak,” tambahnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini diisi dengan pembacaan kalam ilahi, hikmah Halal Bihalal, serta ramah tamah dan sesi saling bersalaman antara Bupati dan masyarakat.
Suasana kekeluargaan tampak begitu kental, mencerminkan semangat persaudaraan dan persatuan yang terus dijaga oleh masyarakat Ohoi Wirin.
0 Komentar