Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan air serta pergerakan tanah di sejumlah titik rawan. Beberapa tebing dilaporkan mengalami longsor dan mengancam rumah warga yang berada di sekitar lereng.
Apri, salah satu warga Ohoi Fako, menjelaskan hujan deras turun sejak pukul 06.00 hingga sekitar 07.35 WIT. Kondisi tersebut membuat debit air meningkat drastis dan tanah menjadi labil.
“Curah hujan yang tinggi membuat beberapa titik tebing mengalami longsor dan mengancam rumah-rumah warga di sekitar lereng,” ujarnya.
Material longsor juga menghantam sejumlah ruas jalan yang berdekatan langsung dengan pemukiman masyarakat. Akibatnya, akses warga menjadi terbatas dan berpotensi melumpuhkan jalur transportasi apabila tidak segera ditangani.
Selain longsor, banjir turut merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan lebih parah.
Apri menegaskan, situasi di Ohoi Fako sangat memprihatinkan. Ia memperingatkan bahwa apabila hujan lebat kembali turun dan bertahan sekitar 30 menit saja, potensi kerusakan yang lebih besar tidak dapat dihindari.
“Kalau hujan lebat bertahan 30 menit lagi, bisa dipastikan Ohoi Fako akan hanyut. Kondisi tanah sudah labil dan debit air sangat tinggi,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Ohoi Fako berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Bupati, segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, untuk turun langsung melakukan penanganan darurat.
Warga kini diliputi kekhawatiran, mengingat intensitas hujan di wilayah Kei Besar dalam beberapa hari terakhir cenderung meningkat. Diperlukan respons cepat dan terukur guna mencegah jatuhnya korban jiwa serta kerugian material yang lebih besar.
0 Komentar