Kota Tual, liputan 21.com – Harga minyak tanah (mitan) di Kota Tual, Provinsi Maluku, terus mengalami lonjakan tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Di tingkat penjual eceran yang berjualan di sepanjang jalan, harga minyak tanah kini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per jerigen, jauh di atas harga normal yang biasa dijangkau masyarakat.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada kehidupan warga, khususnya masyarakat kecil yang hingga kini masih bergantung pada minyak tanah sebagai sumber energi utama untuk memasak.
Kondisi ini semakin diperparah dengan sulitnya memperoleh minyak tanah bersubsidi di tingkat agen resmi.
Minyak tanah subsidi yang ditetapkan pemerintah dengan harga Rp4.000 per liter dilaporkan kerap tidak tersedia saat warga hendak membeli. Sejumlah warga mengaku kecewa karena sudah berulang kali mendatangi agen, namun selalu mendapat jawaban bahwa stok minyak tanah telah habis.
“Kalau kami datang beli di agen, jawabannya selalu sama, katanya minyak sudah habis,” ujar salah satu warga Kota Tual yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (24/1/2026).
Akibat kelangkaan tersebut, warga terpaksa membeli minyak tanah di penjual eceran dengan harga yang jauh lebih mahal. Meski memberatkan, pilihan itu harus diambil karena tidak ada alternatif lain.
Warga menduga distribusi minyak tanah bersubsidi tidak berjalan optimal dan tidak tepat sasaran. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran minyak tanah, agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami harap pemerintah bisa turun tangan. Minyak tanah sekarang makin sulit didapat, sementara harganya makin mahal,” keluh warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Tual.
Warga berharap ada langkah cepat dan solusi nyata agar pasokan minyak tanah kembali normal dan harga dapat dikendalikan

0 Komentar