Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pertama di Maluku, Lomba Samrah jadi simbol toleransi”

Pertama di Maluku, Lomba Samrah jadi simbol toleransi”


Tual, Liputan 21.com – Suasana penuh persaudaraan mewarnai lomba tarian Samrah yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Tual bahkan di Maluku. Kegiatan ini menjadi pembuka semarak perayaan HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-90, Kamis (4/9/2025).

Lomba Samrah yang digelar di kawasan wisata Tavidu Ohoi Taar, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, menghadirkan nuansa unik. Samrah, tarian Islami yang sarat makna kebersamaan, dibawakan dengan penuh semangat oleh para pemuda-pemudi muslim di Kota Tual.

Tak sekadar lomba, kegiatan ini menjadi simbol nyata betapa kuatnya persatuan dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Tual.

Acara yang diinisiasi oleh PHBG Jemaat GPM Sinai Taar di bawah tanggung jawab Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Rully R., berkolaborasi dengan Pemerintah Ohoi Taar yang dipimpin Kepala Ohoi Charles Jan Tarantein, sukses menarik perhatian masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung dua hari. Hari pertama, Kamis (4/9), dipusatkan di kawasan wisata Tavidu Ohoi Taar. Sedangkan hari kedua, Jumat (5/9), digelar di pelataran Gereja GPM Sinai Taar.

Sebelumnya, semarak perayaan telah diawali dengan lomba goyang Samandar yang digelar di Tavidu Beach El-Watyar, Ohoi Taar, Rabu (3/9/2025).

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Warga lintas usia tumplek ruah menyaksikan penampilan para peserta, sambil menikmati hangatnya suasana kebersamaan.

Perpaduan antara tarian Samrah Islami dan perayaan HUT GPM menjadi bukti nyata bahwa Kota Tual adalah rumah besar yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan kebudayaan lokal.



Posting Komentar

0 Komentar