Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.15 hingga 12.30 WIT tersebut diikuti sekitar 250 peserta dan tamu undangan dari Maluku dan Maluku Utara.
Pembukaan sidang turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, Wali Kota Tual Ahmad Yani Renuat, Bupati Maluku Tenggara Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat lintas wilayah.
Rangkaian kegiatan diawali ritual adat, laporan panitia hingga prosesi In Memorium, sebelum secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan gereja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial kemasyarakatan. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya pengaruh negatif media sosial, judi online, narkoba, kemiskinan hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Di sela kegiatan, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menegaskan dukungan kepolisian terhadap seluruh rangkaian persidangan. Polres Tual telah menyiagakan personel untuk memastikan kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Tual dan Maluku Tenggara, terutama atas indahnya kerukunan dan tingginya nilai toleransi antarumat beragama yang ditunjukkan dalam menyambut kegiatan besar ini. Polri berkomitmen memastikan stabilitas kamtibmas tetap terjaga agar para peserta dapat bersidang dengan damai dan nyaman,” ujar AKBP Whansi Des Asmoro.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM Pdt. Sacharias Izak Sapulette, S.Th., M.Si., mengatakan Sidang ke-46 MPL Sinode GPM di Tanah Evav menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pelayanan gereja.
Persidangan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, termasuk transformasi pelayanan GPM periode 2025–2035, penguatan ketahanan keluarga, mitigasi krisis lingkungan, serta peningkatan pemberdayaan ekonomi warga jemaat.
Sidang ke-46 MPL Sinode GPM tidak hanya menjadi forum evaluasi dan pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi gereja, pemerintah dan masyarakat dalam menjawab tantangan kehidupan sosial di Maluku.
Dari Tanah Evav, semangat persaudaraan dan toleransi kembali ditegaskan sebagai kekuatan bersama untuk menjaga kedamaian, memperkuat ketahanan masyarakat, dan memastikan pelayanan kepada umat terus bergerak menghadapi perubahan zaman.
0 Komentar