Festival yang dijadwalkan berlangsung 12–17 Oktober 2026 tersebut mengusung pesona fenomena meti Kei—ketika air laut surut dan membentuk hamparan perairan dangkal yang menjadi salah satu daya tarik khas Kepulauan Kei.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Toffi, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan Festival Pesona Meti Kei 2026 dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat.
Menurut Budi, FPMK bukan sekadar agenda festival tahunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kei, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk mengambil bagian dalam geliat pariwisata daerah.
“Festival Pesona Meti Kei menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata Maluku Tenggara, sekaligus mendorong masyarakat dan pelaku UMKM agar dapat mengambil manfaat dari aktivitas pariwisata,” ujar Budi Toffi.
Ia menjelaskan, fenomena meti merupakan kekayaan alam yang memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi bagian dari identitas pariwisata Kepulauan Kei.
Hamparan laut yang surut hingga memperlihatkan kawasan perairan dangkal memungkinkan masyarakat maupun wisatawan menikmati suasana alam dari sisi yang berbeda.
FPMK 2026 juga diharapkan mampu memperkuat posisi Maluku Tenggara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Maluku.
Dengan dukungan berbagai pihak, festival tersebut diarahkan tidak hanya menghadirkan atraksi wisata, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui kuliner, kerajinan, produk kreatif, serta berbagai usaha lokal.
Budi menegaskan bahwa keberhasilan festival membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
“Kita ingin pariwisata tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam Festival Pesona Meti Kei 2026,” katanya.
Dengan latar alam Kepulauan Kei yang dikenal memiliki pantai berpasir putih dan laut yang jernih, Festival Pesona Meti Kei 2026 diproyeksikan kembali menjadi panggung promosi pariwisata Maluku Tenggara sekaligus ruang bertemunya budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat.
12–17 Oktober 2026: Meti Kei kembali memanggil dunia untuk datang menikmati pesona Bumi Larvul Ngabal.
0 Komentar