Langgur, Liputan21.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aurelia Kimson, Rabu (12/8/2026), dibuka langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun. Turut hadir Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, Plt. Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muchsin Rahajaan, dalam laporannya mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para penjamah pangan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada seluruh tahapan pengelolaan pangan siap saji.

“Tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penjamah pangan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan, sehingga pangan yang dihasilkan aman, bermutu, layak dikonsumsi serta dapat mencegah terjadinya penyakit akibat pangan,” jelas Muchsin.

Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai bahaya pangan, baik biologis, kimia maupun fisik, termasuk memahami sumber serta cara terjadinya kontaminasi pangan.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai praktik higiene dan sanitasi, kebersihan pribadi sebagai penjamah pangan, pemilihan bahan pangan yang aman dan bermutu, serta tata cara penyimpanan bahan pangan dan pangan matang secara tepat.

Materi lainnya mencakup pengolahan, pemasakan, pendinginan dan penyajian pangan yang aman, pencegahan kontaminasi silang, penggunaan peralatan dan tempat pengolahan, hingga penggunaan air serta bahan pembersih secara aman.

Sebanyak 265 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari wilayah Kei Kecil dan Kei Besar, dengan latar belakang penjamah pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), depot air minum, rumah makan, restoran dan tempat pengelolaan pangan lainnya.

Para peserta dibagi dalam lima angkatan. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).
Untuk memperkuat materi pelatihan, Dinas Kesehatan melibatkan sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Balai POM Ambon, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.

Metode pelatihan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mendorong peserta menerapkan prinsip keamanan pangan dalam aktivitas sehari-hari di tempat pengelolaan pangan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi para penjamah pangan dalam menerapkan prinsip higiene, sanitasi dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengelolaan pangan siap saji.

Dengan peningkatan kompetensi tersebut, pangan yang dikonsumsi masyarakat Maluku Tenggara diharapkan semakin aman, sehat, bermutu dan layak konsumsi, sekaligus dapat menekan risiko penyakit yang disebabkan oleh pangan.