Kehadiran rombongan siswa ini menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di luar kelas, di mana para pelajar diajak mengenal berbagai karya kreatif yang ditampilkan dalam stand pameran.
Dengan penuh antusias, para siswa terlihat mengunjungi satu per satu stand, mengamati hasil karya, serta berdialog dengan penjaga stand mengenai proses pembuatan hingga nilai edukatif dari setiap produk yang dipamerkan.
Pastor Budi Inuhan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan siswa serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas mereka.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung praktik, inovasi, dan kreativitas yang ditampilkan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menggabungkan unsur pendidikan, budaya, dan ekonomi masyarakat dalam satu ruang kolaboratif.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas bahwa pameran pendidikan bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif dalam membentuk karakter dan pola pikir kreatif generasi muda.
0 Komentar