Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hanubun memaparkan secara komprehensif tentang Budaya Larvul Ngabal sebagai salah satu aset strategis nasional yang berasal dari Kepulauan Kei.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Larvul Ngabal bukan hanya sebagai hukum adat, tetapi juga sebagai model budaya hidup masyarakat kepulauan yang menjunjung tinggi harmoni, persaudaraan, dan tatanan sosial.
Menurut Bupati, penguatan dan pengakuan Larvul Ngabal di tingkat nasional sangat
penting sebagai bagian dari positioning Maluku Tenggara dalam peta kebudayaan Indonesia. Selain itu, nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk dijadikan contoh dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah kepulauan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Hanubun juga mengundang Menteri Kebudayaan untuk hadir dalam Festival Pesona Meti Kei yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.
Festival ini merupakan agenda budaya tahunan yang menampilkan kekayaan tradisi, kearifan lokal, serta potensi pariwisata Maluku Tenggara.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam memajukan budaya lokal.
Ia juga menyatakan kesediaan dan keinginannya untuk menghadiri Festival Pesona Meti Kei sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Budaya Kei sebagai aset budaya nasional.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah sebagai bagian dari kekuatan identitas bangsa Indonesia.
0 Komentar