.
Setiandi melaporkan kehilangan perhiasan emas saat rumahnya dalam keadaan kosong karena ditinggal pergi bersama keluarga ke luar daerah.
Saat diwawancarai media ini pada Rabu (25/02/2026), Setiandi menjelaskan bahwa ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali ke rumah.
“Seb elumnya saya keluar sekeluarga bertiga, tidak ada orang di rumah. Tapi ada saudara yang saya titip untuk jaga rumah,” ungkapnya.
Ia mengaku meninggalkan rumah sejak tanggal 31 Januari 2026. Hingga dikonfirmasi pada 25 Februari 2026, rumah tersebut telah kosong selama kurang lebih 24 hari. Sementara itu, istrinya telah lebih dahulu bepergian sejak 5 Januari 2026.
Setiandi memastikan sebelum berangkat, kondisi rumah dalam keadaan aman dan terkunci.
“Waktu saya berangkat, rumah masih bersih, masih bagus, masih aman. Pintu saya kunci dan kuncinya saya bawa,” jelasnya.
Barang yang dilaporkan hilang berupa empat buah perhiasan emas dengan total berat sekitar 50 gram. Jika ditaksir dengan harga sekitar Rp2 juta per gram, maka total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Korban mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan peristiwa tersebut terjadi karena rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan. Ia menduga pencurian terjadi saat dirinya tidak berada di tempat.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut.
“Harapannya kalau bisa diusut sampai selesai,” tegas Setiandi.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
0 Komentar